Seperti yang Kita Tahu Tentang Rumitnya Kehidupan

Kisah yang tidak disangka. Saya tidak mengira dari awal dengan kisah yang seperti ini. Judulnya cukup tricky bagi saya. Film ini memberikan sentuhan refleksi tentang bagaimana kita harus berpikir tentang seharusnya di dalam hidup. Jujur, jika ini adalah sebuah kisah nyata, it’s too complicated. Terlalu rumit untuk dapat dimengerti bagi orang lain, bila ternyata memang ada yang seperti ini. Alur cerita yang tidak terlalu panjang, kurang dari 120 menit, namun cukup menarik untuk dinikmati.

Ini berkisah tentang seorang perempuan, Holly Berenson, yang selalu berusaha dijodohkan dengan Eric Messer, seorang pria yang sebetulnya bukan tipenya. Semuanya adalah usaha dari sepasang teman baik dari keduanya, Peter dan Alison. Sayangnya, baru pertemuan pertama mereka saja sudah memperlihatkan sebuah ketidakcocokan. Holly adalah seorang pengusaha, ia memiliki sebuah bakery yang sederhana, namun membuatnya terlihat cukup mapan. Sedangkan Eric, seorang juru teknis rekam dalam pertandingan olahraga basket.

Suatu ketika, Peter dan Allison tewas dalam sebuah kecelakaan motor. Holly dan Eric ternyata telah ditunjuk sebagai ahli waris dan orangtua waris untuk anak tunggal mereka, Sophie, yang masih berumur satu tahun. Sebagai wanita yang cukup umur dan lajang, Holly harus memulai kehidupan yang ada di depan matanya untuk menjadi orang tua asuh bagi Sophie, bersama Eric, yang notabene bukanlah suaminya, dan harus hidup seperti layaknya sebuah keluarga.

Ketertarikan saya dimulai dengan curiosity saya dengan karakter Holly. Holly harus melewati kehidupannya dengan sulit, sebab ia single. Menjalani hidup dengan seorang anak, dan tinggal seatap dengan seorang pria yang bukan kekasihnya, tentu akan menjadi sebuah hal yang sangat diluar dugaannya, dan Katherine Heigl berhasil menerjemahkannya. Berpasangan dengan Josh Duhamel cukup menarik, walaupun belum begitu memuaskan. Duhamel cukup baik berperan sebagai seorang pria nakal dalam film ini, dan cukup asing melihatnya dibandingkan perannya dalam “When In Rome”.

Untuk sisi pengambilan gambar, terbilang standar. Sama seperti film-film drama biasanya, Anda tidak dapat mengharapkan sebuah cuplikan yang diambil dengan ekstrim seperti yang ditawarkan film-film action. Namun, dari cerita yang berkesan, terutama saat-saat Sophie ditampilkan, aksi dan wajahnya yang sangat lucu menggemaskan tidak membuat anda  bosan. Film yang hanya mengambil setting di beberapa tempat, tidak terlalu rumit, dan ringan untuk disaksikan. Untuk lagu pengisi dalam film ini, cukup baik, walaupun diselingi beberapa lagu-lagu anak-anak. Lagu pembuka dari Amy Winehouse, “You Know I’m No Good,” dari judulnya sangat cocok menggambarkan Holly dan Eric.

Film ini sangat lucu, terkesan dari poster film yang terbilang cukup jenaka dari sudut pandang saya. Kisah cinta, drama yang dibalut dengan komedi yang ringan, tentu tidak akan membosankan mata Anda dan mudah untuk dicerna. Untuk Anda pecinta romantic comedy, mungkin ini salah satu rekomendasi yang tepat, terutama bagi yang single. Film ini memberi pemahaman bagaimana Anda seharusnya berpikir bila Anda memikirkan untuk memiliki seorang anak, dan resiko apa yang harus Anda terima. Seperti judulnya, begitupun dengan kisahnya. Cukup banyak adegan yang membuat saya tertawa dan membuat saya get it flow dengan cerita yang diapik dengan baik, namun ringan, dan sangat tepat untuk ditonton di saat waktu luang. Yah, seperti judulnya, life as we know it-lah…

cinejour.wordpress.com

Iklan

Mohon komentarnya, setelah membaca posting ini.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s