Time is Money, Time is Power

Dunia tidak lagi mengenal sistem uang, waktu menjadi alat tukar universal. Setiap manusia akan berhenti tumbuh ketika mereka berumur 25 tahun dan timer kehidupannya akan mulai berjalan, mereka harus mendapatkan waktu melalui bekerja atau mati dalam waktu 1 tahun. Timer kehidupan ditunjukkan oleh 13 angka di lengan kiri dan begitu semua angkanya menyentuh angka 0 maka orang tersebut akan mati seketika. Untuk membeli sesuatu, orang harus mengurangi waktu kehidupannya. Orang-orang miskin yang berkerja keras  untuk bertahan hidup  hari demi hari tinggal di daerah kumuh bernama Dayton dan orang-orang kaya yang bisa hidup sampai semilenium tinggal di sebuah kota metropolitan bernama New Greenwich. Begitulah gambaran dunia dalam film “In Time”, waktu mengendalikan dunia sebagaimana halnya uang mengendalikan dunia nyata.

Will Salas, diperankan oleh Justin Timberlake, adalah seorang pekerja pabrik berusia 28 tahun yang tinggal di Dayton bersama ibunya Rachel Salas, diperankan oleh Olivia Wilde, yang berusia 50 tahun. Takdir tidak sengaja mempertemukan Will dengan seorang pria berusia 105 tahun bernama Henry Hamilton yang memiliki lebih dari ratusan tahun di timer kehidupannya. Hamilton adalah seorang pencuri waktu dan dia membongkar rahasia bahwa sebenarnya terdapat cukup banyak waktu untuk semua orang-orang miskin namun disimpan oleh orang-orang kaya demi kepentingan mereka sendiri. Will berkata bahwa tidak boleh ada orang yang abadi karena hal tersebut dan jika dia mempunyai waktu yang cukup banyak, dia tidak akan pernah menyia-nyiakannya.

Memikirkan perkataan Will tersebut, ketika Will tidur, Hamilton memberikan semua waktu yang dia miliki ke Will dan membiarkan dirinya sendiri mati. Will sangat terkejut menyadari bahwa dirinya adalah orang terkaya di Dayton akibat perbuatan Hamilton tersebut. Dirinya pun bergegas bertemu dengan ibunya yang sedang sekarat kehabisan waktu namun hanya berselang beberapa detik, ibunya meninggal dunia sebelum Will sempat memberikan waktu kehidupan.

Will pun pergi ke New Greenwich untuk berfoya-foya menghabiskan waktu yang dimilikinya. Di sana, dia bertemu dengan Philipe Weis, diperankan oleh  Vincent Kartheiser, seorang miliarder waktu dan anaknya Sylvia Weis, diperankan oleh Amanda Seyfried, di sebuah kasino. Will pun diundang ke rumahnya untuk sebuah pesta, Will menyadari bahwa Sylvia dan dirinya memiliki ketertarikan satu sama lain. Di lain pihak, seorang timekeeper bernama Raymond Leon, diperankan oleh Cillian Murphy, berusaha menahan Will dengan tuduhan telah mencuri waktu Hamilton yang kemudian membunuhnya. Sayangnya Will berhasil kabur dengan membawa Sylvia sebagai sandera kembali ke Dayton.

Selama di Dayton, Will dan Sylivia berusaha bertahan hidup mati-matian apalagi setelah dirampok oleh Fortis, diperankan oleh Alex Pettyfer,  seorang pemimpin dari geng perampok waktu Minutemen. Will pun banyak bercerita mengenai kehidupan dan pandangannya kepada Sylvia mengenai sebagian besar waktu yang dikuasai kaum kaya di New Greenwich sedangkan orang–orang di Dayton menderita kemiskinan yang begitu parah. Sylvia yang tadinya menganggap Will adalah seorang penjahat akhirnya berubah pikiran setelah melihat dunia lain selain dunia yang dia tinggali selama ini. Sylvia dan Will pun akhirnya memutuskan untuk menjadi semacam robin hood yang merampok dari orang-orang kaya dan membagi-bagikannya kepada orang miskin. Jalinan cinta antara mereka berdua pun semakin mendalam.

Raymond yang tengah memburu Will sekarang telah memasang hadiah 100 tahun bagi siapapun yang berhasil menangkap Will dan Sylvia. Fortis pun juga berusaha menangkap mereka demi mendapatkan hadiah tersebut. Apalagi Will dan Sylvia sekarang mempunyai rencana gila untuk mencuri time capsule berisi 100 juta tahun dari Philippe, ayah Sylvia.

Pertanyaan yang tercetus di kepala saya ketika menonton film ini adalah pernahkah anda menghargai waktu ? mungkin sebagian orang akan lebih menghargai uang mereka daripada menghargai waktu hidup mereka di dunia ini, tidak menyadari bahwa waktu jauh lebih berharga daripada uang. Walau memiliki alur yang sederhana namun film ini memberikan kesan moral yang mendalam bagi siapapun yang menontonnya. Selama 109 menit, anda dapat merasakan bagaimana rasanya dikejar-kejar bukan oleh perampok atau monster melainkan oleh waktu anda sendiri. Bahkan saya pun sekarang berusaha untuk tidak telat di setiap janji saya untuk bertemu dengan orang lain karena saya menyadari betapa berharganya waktu kita dari film ini. Film ini juga memberikan gambaran jelas dan kritik pedas terhadap kapitalisme yang sedang merambah dunia saat ini, jarang sekali ada film yang memberikan 2 pesan berbeda sekaligus seperti itu.

Kita juga dapat melihat suasana dingin dan keji dari akting Cillian Murphy yang pernah ditunjukkan olehnya melalui “Batman Begins” dan “Inception” serta didukung oleh pemanis Amanda Seyfried dan Olivia Wilde. Sedangkan untuk karakter utama yang diperankan Justin Timberlake terkesan biasa-biasa saja apalagi untuk adegan action yang ditawarkan, jangan berharap ada adegan kejar-kejaran seru seperti di film-film James Bond namun overall sang sutradara sekaligus penulis naskah, Andrew Niccol, sudah cukup sukses mengemas film ini.

Okay

Okay

Movie Ticket

Iklan

2 responses »

  1. Bavner Donaldo berkata:

    Good review.. keep up.. haha!!

  2. diodinta berkata:

    nice review.. jadi pengen nonton deh…

Mohon komentarnya, setelah membaca posting ini.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s