Penggambaran Dua Dunia yang Dibalut dengan Misteri Pembunuhan

Film yang terdiri dari para All Star Aktor dan Aktris kawakan asal Inggris ini, sungguh menjamin dengan kisah yang ditawarkan. Ada Maggie Smith, Alan Bates, Kristin Scott Thomas, Clive Owen hingga Helen Mirren, dan beberapa bintang lainnya. Semuanya berkumpul di Gosford Park, mengadakan pesta teh, makan malam, dan berburu. Setiap karakter di dalam film ini penuh dengan intrik-intrik yang membuat film ini semakin seru.

Karakter dalam film ini, secara garis besar dibagi dalam dua dunia, yaitu upstairs dan downstairs. Upstairs terdiri dari para bangsawan, artis, tokoh-tokoh yang menjadi tamu serta tuan rumah dari Gosford Park. Sebaliknya, downstairs hanyalah terdiri dari para pelayan khusus yang dengan setia melayani tuan-tuan mereka disaat dibutuhkan.

Film yang disutradarai oleh Robert Altman ini, mampu memberikannya sebuah nominasi terakhir untuk penyutradaraan terbaik dalam ajang Academy Awards. Yah, setelah mendapatkan sebuah Honorary Awards, di tahun 2006, atas karir sebagai sutradara yang inspiratif. Setahun kemudian, Ia meninggal dunia. Walaupun demikian, selain “M*A*S*H”, “Nashville”, dan “The Player”, film ini adalah salah satu karya terbaiknya.

Berbicara dengan filmnya yang penuh dengan karakter di dalamnya, begitupun dengan naskahnya. Begitu banyak perkataan-perkataan yang saling bersambungan, walaupun sebenarnya tidak berhubungan satu dengan yang lain, karena Altman menggabungkan setiap perbincangan yang dilakukan oleh masing-masing karakter dalam sebuah babak adegan.

Menikmati “Gosford Park” memang perlu membutuhkan kesabaran. Kesabaran? Yah, karena Anda harus memaksa diri Anda untuk mengenal setiap karakter dengan baik, agar dapat mengerti cerita ini dengan baik pula.

Kisah yang berasal dari ide Altman ini, yang kemudian dibuat kedalam naskah oleh Julian Fellowes, hanya berhasil mendapatkan sebuah piala Oscar untuk Best Original Screenplay dari 7 nominasi yang didapatnya, diantaranya Best Picture, Best Director, Best Supporting Actress (Maggie Smith dan Helen Mirren), Best Art Direction, dan Best Costume Design.

Film ini menggambarkan adanya perbedaan dua dunia dengan jelas, yaitu para bangsawan dan pelayan khusus mereka. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri dalam menampilkannya di film ini. Altman terbilang sangat piawai dalam menggambarkan setiap kegiatan yang terjadi. Semuanya dilakukan dengan detail, sehingga penonton akan merasa mereka melihat sesuatu yang benar –benar nyata. Karena seringkali di dalam suatu adegan, sering terdapat banyak perbincangan yang secara bersamaan, namun diatur sedemikian rupa sehingga tampak hidup.

Sebenarnya “Gosford Park” adalah sebuah film yang ingin mengumbar sebuah rahasia kepada penonton. Sebuah pembunuhan. William McCordle, yang diperankan oleh Michael Gambon, yang juga terkenal sebagai pemeran Albus Dumbledore di “Harry Potter”, yang memiliki sebuah rahasia yang sama sekali tidak disadarinya. Ia ternyata pernah melakukan sebuah penyimpangan kepada seorang pelayannya, Mrs. Wilson, yang diperankan oleh Helen Mirren. Mereka memiliki anak, dan Mrs. Wilson membuangnya ke dalam sebuah panti asuhan.

Setelah sekian tahun, ternyata sang anak yang bernama Robert Parks, diperankan oleh Clive Owen, mengetahui bila William adalah ayahnya. Ia pun melakukan pembunuhan itu. Tetapi Robert tidak akan pernah menyadari bila Ibu, Mrs. Wilson, masih hidup. Sebab yang Ia tahu, Ibunya bernama Mrs. Parks, dan sudah meninggal dua hari setelah Ia lahir.

Semua ini diungkap secara jelas, oleh seorang pelayan khusus yang bernama Mary Macheachran, yang diperankan oleh Kelly MacDonald. Ia mengetahui hal yang sebenarnya terjadi di Gosford Park. Ia adalah pelayan khusus Lady Trentham, yang diperankan oleh Maggie Smith. Ia adalah satu-satunya orang yang menyadari bahwa Mrs. Wilson ternyata adalah Ibu dari Robert, dan mengetahui hubungan gelapnya dengan William.

Kematian William, tentu sangat mencurigakan. Walaupun dilakukan investigasi pada setiap karakternya, sang inspektur sulit untuk menemukan sang pelaku. Selain jumlah orang yang berada dalam rumah itu sangat banyak, rumah itu juga berisi banyak rahasia-rahasia yang sulit untuk terungkap. Film ini memberikan sebuah ending yang sebenarnya agak kurang jelas, karena sebetulnya Altman membuat agar penonton yang mengetahui alur cerita ini dengan baik.

Mary pun memberitahu yang sebenarnya kepada Mrs. Wilson, ketika Ia mengetahui nama asli orang tersebut adalah Parkinson, dan hanya bilang bahwa Sang Anak telah datang untuk membalas apa yang telah diperbuat oleh Ayahnya. Dan Mrs. Wilkinson hanya menangis bahagia, karena Sang Anak masih hidup dan tetap merahasiakan pembunuhan ini.

Setiap aspek dari film ini dibuat dengan begitu baik. Mulai dari kostum setiap pemainnya yang memukau, memperlihatkan dengan jelas era 1930-an di Inggris. Tata rias dan tata rambut setiap pemainnya yang diatur sedemikian rupa, membuat film ini menjadi salah satu film yang memang dibuat dengan niat. Peran Maggie Smith juga sangat menarik disini, apalagi ketika adegan tertawanya akibat seorang pelayan menuangkan kopi ke celana Henry Denton, yang diperankan oleh Ryan Philippe. Denton memang pada akhirnya menjadi dibenci oleh beberapa karakter, karena gayanya yang berpura-pura menjadi pelayan khusus dan sebenarnya juga adalah seorang tamu. Seperti kata Elsie, yang diperankan oleh Emily Watson, saat mengungkapkan kekesalannya pada Denton, “You can’t be on both team at once, Sir.”

Musik pengiring yang dibuat oleh Patrick Doyle, juga menambah ke-dramatisiran dari film ini. Dari film ini ada seorang karakter yang sebenarnya fiktif, bernama Ivor Novello. Ivor Novello yang nyata adalah seorang actor yang aktif pada era 1930-an. Film ini juga mengangkat tokoh Ivor Novello, yang diperankan oleh Jeremy Northam, sebagai seorang actor yang bermain dalam film “The Lodger” dan seperti Novello yang asli. Walaupun hanya mengadaptasi tokoh Novello, kisah film ini hanyalah sebuah fiksi belaka, karena seperti yang dijelaskan pada credit terakhir film ini, Ivor Novello sepengetahuan para produser tidak pernah mendatangi Gosford Park yang sebetulnya adalah sebuah imajinasi dan benar-benar fiktif.

Apalagi yang kurang dengan film ini? Gosford Park adalah sebuah film imaginasi yang menggambarkan kehidupan para karakter yang tinggal sementara di Gosford Park, yang diisi dengan misteri pembunuhan yang hanya akan terungkap oleh penonton.

Very Good

Very Good

Golden Ticket

cinejour.wordpress.com

Iklan

Mohon komentarnya, setelah membaca posting ini.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s