Remake Sebuah Misteri Horror Klasik Hollywood yang Menegangkan

Sebuah remake dari film yang berjudul sama pada tahun 1979 ini, menghadirkan sebuah kisah horror yang diangkat dari kisah nyata. Kekuatan sebuah kisah nyata di dalam film horror akan sangat membantu meningkatkan tingkat keseramannya, terutama bagi penonton, karena ini berasal dari sesuatu yang pernah terjadi.

Film remake ini dibintangi oleh Ryan Reynolds, yang cukup terkenal dalam perannya di film romantic comedy “The Proposal” dan superhero “Green Lantern”. Reynolds berperan sebagai George Lutz, seorang pria yang menikahi seorang janda beranak tiga yang bernama Kathy, yang diperankan oleh Melissa George.

Ketegangan di dalam film ini dimulai pada bagian awal, dimana mengambil beberapa potongan-potongan berita dan sebuah penggambaran terhadap kisah nyata yang memang pernah terjadi. Semuanya berawal dari pindahnya George, Kathy, dan tiga orang anaknya, Billy, Michael, dan Chelsea, ke sebuah rumah besar yang berlokasi di samping sungai yang dibelinya dengan harga yang cukup murah.

Walaupun telah mengetahui asal usul rumah tersebut, tetap tidak membuatnya takut untuk pindah ke dalam rumah ini. Sejak hari pertama, mereka sudah diteror dengan berbagai macam gangguan. Hari demi hari, gangguan yang terjadi menjadi semakin parah. Tidak hanya itu saja, perilaku George, yang menjadi semakin aneh, dan Chelsea yang terlihat selalu bersama dengan teman khayalnya, Jodie. Hal ini membuat Kathy menjadi semakin geram dan tidak dapat menahan yang terjadi di rumah itu.

Ia meminta tolong kepada seorang pastor bernama Father Callaway, yang diperankan oleh Philip Baker Hall, untuk mengusir arwah dari roh jahat yang menghuni rumah mereka. Alhasil, Callaway hanya mampu memberikan saran kepada untuk keluar dari rumah angker tersebut, karena tidak mampu menahan kekuatan roh jahat yang sangat kuat di dalam rumah itu.

Hubungan Kathy dengan George menjadi semakin memburuk. Tidak hanya pada dirinya, tetapi pada kedua anak laki-lakinya. George seperti terasuk iblis jahat, seperti yang telah terjadi sebelumnya pada pembunuh keluarga Defeo, Ronald Defeo. Chelsea juga menjadi semakin tak karuan. Arwah Jodie selalu mencoba Chelsea untuk melakukan hal-hal yang membuat Ia secara tidak langsung untuk melakukan percobaan bunuh diri. Dan Kathy pun melakukan berbagai cara untuk melindungi keluarganya dari ancaman teror pembunuhan roh-roh jahat ini.

Yah, setelah cukup sukses dengan remake “The Texas Chainsaw Massacre” di tahun 2004, Michael Bay, yang dikenal dengan Blockbuster “Transformers”, “Armageddon”, hingga “The Island”, berani melakukan kembali remake terhadap salah satu kisah horor yang telah delapan kali dibuat dalam versi layar lebar maupun versi televisi.

Misteri rumah Amityville ini sangat menarik. Karena diceritakan dengan begitu menyeramkan, terutama dengan beberapa ruangan rahasia yang sejak pada masa Indian sebagai tempat penyiksaan. Semuanya digambarkan dengan begitu menyeramkan oleh sang sutradara, Andrew Douglas. Alur cerita maju, membuat penonton tidak perlu untuk mencerna kisah film ini dengan baik-baik, dan hanya perlu bersiap-siap dengan ketegangan dari setiap adegan yang terjadi. Steve Jablonsky sebagai penata music dalam film ini memberikan iringan music yang menambah ketegangan dalam film ini.

Mungkin ini merupakan sebuah film yang salah bagi Anda yang menuntut adanya setiap adegan pembunuhan terhadap karakter-karakternya. Sebab film ini lebih menawarkan sebuah ketegangan yang terjadi, teror-teror yang diperkaya dengan special effect khusus, yang seakin mencekam. Pada akhirnya, tidak ada karakter yang mati. Hanyalah seekor anjing saja. Peran Reynolds dalam film ini, dengan wajah yang brewokan, sangat berbeda. Ia berhasil memberikan sesuatu peran yang menuntut dirinya untuk dapat bertingkah seperti seseorang yang haus dengan darah dan pembunuhan.

“The Amityville Horror” adalah sebuah remake yang bisa dibilang cukup. Walaupun sangat menegangkan bila ditonton, film ini masih sebanding dengan film aslinya. Kisah Amityville tetap akan menjadi salah satu kisah horror yang masih menjadi misteri hingga kini yang dapat dinikmati dalam setiap versi, yang akan mencekam walaupun tidak mematikan bagi para penontonnya.

Normal

Normal

Movie Ticket

cinejour.wordpress.com

Iklan

One response »

  1. Amparo berkata:

    If you want to increase your experience simply keep visiting this
    site and be updated with the most recent news update posted here.

Mohon komentarnya, setelah membaca posting ini.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s