Sudah cukup lama tidak posting di blog ini. Kali ini adalah prediksi saya untuk 84th Annual Academy Award. Pada bagian pertama ini, saya akan membahas beberapa kategori unggulan dalam penganugerahaan piala ini. Dan ini hanyalah sekedar prediksi, yang bisa benar ataupun salah. Sebab pihak Academy terus merahasiakan sang pemenang hingga proses pengumuman di akhir Februari 2012 nanti.

Best Picture:

The Artist
Hugo
Descendants
Moneyball
The Help
Midnight in Paris
War Horse
The Tree of Life
Extremely Loud and Incredibly Close

Comment:

Tahun ini sebetulnya adalah tahun yang lebih baik dibanding tahun lalu. Walaupun agak sedikit mengejutkan, sebab tahun ini hanya muncul 9 kandidat nominasi. Memang jumlah yang lebih sedikit dibanding tahun lalu ini tidak terlalu mengejutkan dengan adanya aturan baru pihak AMPAS. Untuk tahun ini, saya menjagokan The Artist. Film arahan Michel Hazanavicius ini tampil dengan memberikan sebuah kesan klasik, sebuah film 1920-an (dari jaman film bisu) dan muncul di era film-film 3D dan IMAX. Sudah cukup menjadi sebuah tradisi, Hollywood tidak membutuhkan sebuah film Box Office seperti Avatar, ataupun Pirates of the Caribbean untuk menjadi sebuah Best Picture. Buktinya The Hurt Locker (2008) dan Crash (2006). Yang dibutuhkan hanyalah kemampuan film tersebut untuk menarik minat, mengambil hati para penontonnya, terutama bagi para Oscar voter, apalagi jika mampu menampilkan gaya oldies. The Artist cukup orisinil dan otentik, walaupun bukan real made in Hollywood, kemenangan film ini tidak akan menjadi sebuah kejutan. Sebab hampir semua awards telah dimenanginya, mulai dari Golden Globe dan Critics Choice.

Best Director:

Michael Hazanavicius — The Artist
Martin Scorsese — Hugo
Alexander Payne — The Descendants
Woody Allen — Midnight in Paris
Terrence Mallick — The Tree of Life

Comment:

Tahun ini menjadi tahun comeback bagi Scorsese, Allen, dan Mallick. Woody Allen yang sangat kental dengan script-nya kembali mendapatkan perhatian dari Oscar. Begitupun Mallick, film sensationalnya yang memenangkan Palme D’Or Cannes lalu masih menjadi salah satu yang terbaik hingga saat ini. Sayangnya, tahun ini adalah tahun kemenangan untuk The Artist. Michel Hazanavicius cukup pantas untuk mendapatkan piala ini, sebab membawa sebuah nuansa artistik yang mengesankan. Buktinya saja Tom Hooper dengan “The King’s Speech”-nya saja mendapatkan apresiasi yang luar biasa, walaupun Ia sebetulnya tidak selevel dengan Fincher, maupun lainnya.

Best Actor in Leading Role:

Jean Dujardin — The Artist
George Clooney — The Descendants
Brad Pitt — Moneyball
Gary Oldman — Tinker Tailor Soldier Spy
Demian Bichir — A Better Life

Comment:

Tahun ini sebetulnya adalah pertarungan sengit antara Clooney dan Dujardin. Dujardin akan tampak mencuri perhatian seperti yang dialami Marion Cotillard di tahun 2008 lewat La Mome (La Vie en Rose). Keduanya sama-sama memenangkan Golden Globe, yang berbeda, Clooney sudah pernah mendapatkan Oscar lewat Syriana di tahun 2006/2007. Sebaiknya, Dujardin yang mendapatkan piala Oscar untuk kategori ini. Sebab, berperan menjadi aktor film bisu tentu memiliki kekuatan yang khas pada mimik, ekspresi, dan tidak terlalu mengandalkan kekuatan dari sosok karakter di dalam cerita. Karena, kadang, yang membuat kuat adalah sosok karakter di cerita, namun banyak aktor yang memerankan walaupun tidak maksimal, masih dipuji. Padahal yang membuatnya hebat adalah karakternya. Tahun ini, Oldman juga cukup mencuri perhatian sebagai unexpected nominess buat saya. Dan yang perlu diapresiasi lagi adalah Demian Bichir, ternyata pihak AMPAS sudah mulai mencari perhatian dengan film-film luar Hollywood.

Best Actress in Leading Role:

Viola Davis — The Help
Meryl Streep — The Iron Lady
Michelle Williams — My Week with Marilyn
Glenn Close — Albert Nobbs
Rooney Mara — The Girl with the Dragon Tattoo

Comment:

Saya sangat mengharapkan Davis untuk menang tahun ini. Ia sangat pantas dengan memerankan sosok “para wanita kuat yang tak berdaya” di The Help. Dibanding lainnya, Meryl Streep, yang pantas disebut sebagai “The Living Legend” dan “The Most Nominated Actress at Oscar” ini pasti akan memiliki kekuatan suara yang terbagi dengan Gleen Close di “Albert Nobbs”. Sehingga akan cukup mengejutkan bila Meryl mendapatkan piala Oscar untuk ketiga kalinya lewat The Iron Lady. Tapi Michele Williams, tentu menjadi saingan yang cukup berat buat Davis. Karakter Marilyn Monroe yang diperankan mantan kekasih mendiang Heath Ledger ini juga cukup berpotensi untuk mendapatkan piala ini.

Best Actor in Supporting Role:

Christopher Plummer — Beginners
Kenneth Branagh — My Week with Marilyn
Max von Sydow – Extremely Loud and Incredibly Close
Nick Nolte – Warriors
Jonah Hill – Moneyball

Comment:

Ini tahun adalah persaingan untuk dua aktor lawas, Plummer dan Sydow. Plummer, yang bermain di The Sound of Music, dan Sydow, yang bermain di The Exorcist, merupakan persaingan yang lebih tepat dibilang sebaagai “Honorary Awards”, walaupun sebetulnya keduanya menampilkan kualitas akting yang sudah tidak dapat diragukan lagi. Baris cadangan ada Kenneth Branagh, namun akan cukup sulit baginya. Yang mengejutkan saya adalah Jonah Hill, memang secara kualitas aktingnya di Moneyball, Ia memperlihatkan suatu kesan yang berbeda sehingga mendapat sebuah nominasi. Tetapi, tahun ini adalah kemenangan bagi sang Captain Plummer. We’ll see..

Best Actress in Supporting Role:

Octavia Spencer — The Help
Berenice Bejo — The Artist
Janet McTeer – Albert Nobbs
Jessica Chastain — The Help
Mellissa McCarthy — Bridesmaids

Comment:

Untuk bagian ini, ini adalah kemenangan absolut untuk Spencer. Satu quote menarik dari The Help yang dilontarkannya, “You eat my sh*t”, cukup fenomenal bagi saya. Sosoknya memerankan karakter yang cukup berani, cerewet, dan tegas, menjadi salah satu hal yang terus menarik perhatian saya saat menyaksikan The Help. Walaupun Chastain juga menampilkan sosok weird-polos yang cukup mencuri perhatian di The Help, menurut saya, Ia hanya sebatas memenangkan nominasi, dan bukan yang terbaik untuk saat ini. Selain itu, Berenice Bejo akan cukup sulit mengalahkan Spencer yang sudah unggul, walaupun The Artist sangat mencuri perhatian para penikmat film dan kritikus saat ini. Kalau Janet McTeer, yang juga berperan seperti Glenn Close, sebagai laki-laki, cukup dipuji walaupun kurang dijagokan untuk kategori ini. Sedangkan untuk McCarthy, hanya satu pertanyaan yang dapat membuatnya untuk memenangkan piala Oscar saat ini, “Apakah sosoknya di Bridesmaids dapat mengalahkan Octavia Spencer”.

Iklan

Mohon komentarnya, setelah membaca posting ini.. :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s